Ratusan migran Laut Tengah seharusnya selamat

Sumber gambar, Reuters
Tenggelamnya lebih dari 300 migran di Laut Tengah minggu ini seharusnya bisa dicegah dengan peraturan penyelamatan Uni Eropa yang lebih baik, kata para pengamat.
Badan pengungsi PBB (UNHCR) menyatakan semakin banyak migran yang meninggal karena pengurangan usaha pencarian dan penyelamatan.
Operasi patroli dan penyelamatan Italia berakhir tahun lalu.
Dan operasi Uni Eropa yang berskala lebih kecil, Triton, kemudian diterapkan.
<link type="page"><caption> UNHCR menyatakan sekitar 3.500 migran tewas saat berusaha menyeberangi Laut Tengah ke Eropa</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2015/02/150211_migran_lauttengah" platform="highweb"/></link> pada tahun 2014.
Pada peristiwa terakhir, lebih 300 orang tenggelam karena empat kapal mereka menghadapi masalah setelah meninggalkan Libya.
Jalur ini seringkali dipakai para migran yang berusaha mencapai Eropa.
"Kami memperingatkan semua pihak pada bulan Oktober bahwa penurunan kemampuan operasi pencarian dan penyelamatan akan meningkatkan kemungkinan terjadinya peristiwa ini," kata Carlotta Sami wakil UNHCR untuk Eropa selatan kepada BBC.












