Keluarga sandera serukan tuntutan ISIS dipenuhi

Keluarga pilot Yordania yang disandera oleh kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS mempergencar tekanan terhadap pemerintah Yordania untuk melakukan apa saja guna menyelamatkan Mu'ath al-Kaseasbeh.
Lobi-lobi keluarga pilot Yordania digalakkan setelah kelompok yang menyebut diri <link type="page"><caption> Negara Islam mengancam akan membunuh sang pilot dan seorang sandera Jepang</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2015/01/150127_jepang_isis_sandera" platform="highweb"/></link>, Kenji Gito, dalam waktu 24 jam bila Yordania tidak membebaskan seorang perempuan Irak yang ditahan Yordania.
Ancaman dikeluarkan lewat video.
"Pemerintah harus bekerja lebih serius dan mencari jalan menghubungi Negara Islam, jalan yang ditempuh untuk membebaskan putranya, seperti yang dilakukan pemerintah Jepang," kata Safi al-Kaseasbeh, ayah Mu'ath.
Sebelumnya Yordania menyatakan bersedia menyerahkan Sajida al-Rishawi, perempuan Irak yang dijatuhi hukuman mati karena keterlibatannya dalam pengeboman di Amman pada 2005.

Sumber gambar, AP
Namun seorang paman Mu'ath al-Kaseasbeh mengatakan ia telah menerima jawaban dari ISIS yang menolak tawaran dan akan membunuh sang pilot hari Kamis (29/01).
Ayah Muath dan istrinya telah bertemu dengan raja Yordania sementara anggota kerabat mereka menggelar protes di depan istana.
Jepang dan Yordania bekerja bersama untuk membebaskan kedua sandera.












