Malaysia minta Australia ekstradisi polisi

Sirul Azhar Umar dan Azilah Hadri

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Sirul Azhar Umar dan Azilah Hadri dalam sidang di Shah Alam pada 2007.

Malaysia meminta Australia mengekstradisi seorang perwira polisi yang telah djatuhi hukuman mati karena membunuh perempuan Mongolia, yang menjalin hubungan dengan orang dekat Perdana Menteri Najib Razak.

Menteri Dalam Negeri Zahid Hamidi mengatakan pemerintah Malaysia telah menyampaikan permintaan resmi melalui Kementerian Luar Negeri untuk mengekstradisi Sirul Azhar Umar.

Sirul Azhar Umar ditahan di Brisbane, Australia, setelah gagal hadir di pengadilan Malaysia dalam sidang penjatuhan vonis, Kamis (13/01). <link type="page"><caption> Ia dan koleganya, Azilah Hadri</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2015/01/150113_malaysia_mongolia.shtml" platform="highweb"/></link>, dijatuhi hukuman mati dalam kasus pembunuhan Altantuya Shaariibuu, 28.

Model dan penterjemah asal Mongolia itu memiliki skandal dengan orang dekat Najib Razak, perdana menteri sekarang.

Sirul Azhar Umar dan Azilah Hadri adalah anggota pasukan pengawal para menteri. Disebutkan mereka menembak Altantuya Shaariibuu dan meledakkan jenazahnya dengan bahan peledak militer pada 2006.

Hingga kini Australia belum memberikan tanggapan atas permintaan ekstradisi Malaysia, tetapi media setempat melaporkan pemerintah melarang ekstradisi tersangka yang menghadapi hukuman mati.