Malaysia hukum mati pembunuh model Mongolia

Sumber gambar, EPA
Pengadilan tertinggi Malaysia menjatuhkan hukuman mati kepada dua polisi terkait dengan pembunuhan seorang perempuan Mongolia yang memiliki skandal dengan seorang politisi.
Sebagian jenazah of Altantuya Shaariibuu -yang disebut dibunuh dan kemudia diledakkan dengan bahan peledak skala militer- ditemukan saat berlangsung pembersihan sebuah kawasan hutan pada tahun 2006.
Keputusan pengadilan sebelumnya membebaskan kedua polisi, Azilah Hadr dan Sirul Azhar Umar, yang merupakan pengawal para pejabat tinggi Malaysia.
Shaariibuu merupakan seorang model asal Mongolia yang juga bekerja sebagai penerjemah dan merupakan kekasih gelap dari seorang politisi yang dekat dengan Perdana Menteri Najib Razak.
Pihak penuntut berpendapat bahwa perempuan itu dibunuh atas suruhan politisi tersebut, setelah hubungan asmara mereka putus.
Dengan keputusan tetap dari pengadilan tertinggi ini maka kasus yang selama delapan tahun menggantung ini -dan memancing kontoversi- mencapai tahap akhir.
Jaksa Tun Abdul Majid Tun Hamza mengatakan lima anggota dewan juri Pengadilan Federal secara bulat memutuskan pada hari Selasa 13 Januari bahwa penuntut membuktikan kasus tersebut.
"Pengadilan Federal menjatuhkan hukuman mati atas mereka," kata Tun Hamzah kepada kantor berita AP.
Kedua terpidana membantah dakwaan tersebut.










