Demo anti-Islamisasi Jerman dibatalkan karena ancaman

pegida

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Pegida, kelompok anti Islamisasi Jerman melakukan demonstrasi setiap hari Senin selama beberapa minggu.

Unjuk rasa yang direncanakan kelompok anti-Islamisasi Jerman, Pegida, dibatalkan karena polisi menerima ancaman terhadap salah satu penyelenggara.

Pegida mengumumkan hal ini tidak lama setelah polisi memastikan ancaman yang diterima memang 'konkret' dan tidak satupun unjuk rasa diizinkan di Dresden pada hari Senin 19 Januari.

Lewat Facebook, Pegida menulis mereka tidak mempunyai pilihan selain membatalkan unjuk rasa untuk menjamin keamanan para peserta demonstrasi.

Mereka kemudian mendorong para pendukungnya untuk mengibarkan bendera di jendela dan menghidupkan lilin.

Pegida telah melakukan demonstrasi setiap hari Senin selama beberapa minggu belakangan, <link type="page"><caption> yang dihadiri banyak orang di Dresden minggu lalu.</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/12/141215_jerman_waspadai_anti_islam" platform="highweb"/></link>

<link type="page"><caption> Pengunjuk rasa saingannya juga muncul</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2015/01/150105_jerman_islam" platform="highweb"/></link> dan gerakan yang anti-Islamisasinya telah dikecam para pemimpin Jerman.

Sementara itu, di kota Essen sekitar 50 pengunjuk rasa dari kelompok ekstrim kanan Hooligans Against Salafists group (Hogesa) menghadapi lebih 2.000 demonstran yang berbeda pandangan pada hari Minggu.

Unjuk rasa Hogesa dilarang polisi dan pesertanya telah ditangkap.