Unjuk rasa dua kubu 'Islamisasi' berlangsung di Jerman

Sumber gambar, Getty
Para pendukung dan penentang kelompok yang melakukan kampanye melawan yang disebut 'Islamisasi' Eropa melakukan aksi unjuk rasa di Jerman.
Sejak Oktober kelompok yang menamakan diri <link type="page"><caption> Patriotik Eropa untuk Menentang Islamisasi Barat atau Pegida menggelar unjuk rasa</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/12/141215_jerman_waspadai_anti_islam" platform="highweb"/></link> mingguan.
Dalam aksi Senin 5 Januari di kota Dresden, tercatat 18.000 orang menghadiri aksi mendukung Pegida.
Namun aksi menentang juga berlangsung dan para politisi senior Jerman mengecam Pegida.
Ribuan penentang meramaikan unjuk rasa di Berlin, Cologne, Dresden dan Stutgart.

Sumber gambar, Getty
Di Berlin, polisi mengatakan 5.000 pengunjuk rasa menghadang ratusan pendukung Pegida untuk melakukan pawai di trayek yang sudah mereka rencanakan.
Sedangkan di Cologne, pihak berwenang mematikan lampu katedral sebagai bentuk pernyataan kepada kelompok pro-Pegida bahwa mereka mendukung 'ekstrimis'.

Sumber gambar, Getty
"Kami tidak melihatnya sebagai protes namun kami ingin membuat umat Kristen yang konservatif (yang mendukung Pegida) berpikir atas yang mereka lakukan," kata pemimpin katedral, Norbert Feldhoff, kepada BBC.
Hanya 250 pendukung Pegida yang melakukan unjuk rasa di kota itu.
Sementara di Stuttgart, Muenster, dan Hamburg, sekitar total 22.000 orang yang anti-Pegida menggelar unjuk rasa, seperti dilaporkan kantor berita DPS.









