Prancis menempatkan 10.000 pasukan setelah serangan Paris

Sumber gambar, EPA
Prancis mengerahkan 10.000 pasukan untuk meningkatkan pengamanan setelah sejumlah serangan mematikan minggu lalu.
Pemerintah akan mengirim ribuan polisi untuk mengamankan sejumlah sekolah Yahudi.
Menteri Pertahanan, Jean-Yves Le Drian, mengatakan pasukan akan ditempatkan mulai Selasa, 13 Januari, di sejumlah daerah peka.
Pernyataan tersebut dikeluarkan sementara kabinet Prancis melakukan pertemuan darurat mengenai keamanan.
Tujuh belas orang tewas di Paris minggu lalu dalam sejumlah <link type="page"><caption> serangan terhadap majalah satire Charlie Hebdo,</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2015/01/150111_prancis_solidaritas_charliehebdo" platform="highweb"/></link> seorang petugas polisi dan sebuah toko serba ada Yahudi.
Hari Minggu (11/01), lebih dari tiga juta orang turun ke jalan-jalan di Paris dan kota-kota lain di Prancis sebagai unjuk solidaritas dan persatuan, setelah berlangsung serangan mematikan yang dilakukan ekstremis Islam.
Kementerian Dalam Negeri Prancis mengatakan jumlah peserta aksi tersebut di seluruh Prancis mencapai setidaknya 3,7 juta orang, termasuk 1,6 juta di Paris.
Warga Prancis lintas agama dan etnis ambil bagian untuk menunjukkan solidaritas kepada 17 korban yang meninggal sejumlah serangan tersebut.
Aksi yang dipimpin oleh sejumlah anggota keluarga korban penembakan itu dimulai di Place de la Republique dan berakhir di Place de la Nation.
Hadir di aksi ini Presiden Prancis, Francois Hollande, yang bergandengan tangan dengan para pemimpin dunia lain.












