Pasca serangan, Prancis gelar aksi solidaritas

Lebih dari satu juga orang mengikuti aksi solidaritas di ibu kota Prancis menyusul serangan mematikan selama tiga hari di negara itu.

Lautan massa
Keterangan gambar, Lebih dari satu juta orang berjalan secara pelan di jalan-jalan Paris sebagai bentuk persatuan menentang tiga serangan mematikan pekan lalu. Serangan-serangan itu diyakini dilakukan oleh orang-orang berhaluan Islam ekstrem.
Warga bergandengan tangan
Keterangan gambar, Banyak di antara mereka mengenakan atribut berbunyi, "Je Suis Charlie" atau "Saya Charlie" untuk merujuk pada majalah satire Charlie Hebdo yang diserang dengan korban tewas 12 orang.
Keranda
Keterangan gambar, Sejumlah peserta aksi solidaritas mengusung keranda bertuliskan "Tidak Takut" seperti massa yang melewati Boulevard Voltaire, Paris ini, Minggu (11/01).
Warga Prancis
Keterangan gambar, "Tak sedikit pun takut". Begitulah poster yang diusung oleh peserta pawai.
Karangan bunga
Keterangan gambar, Tumpukan karangan bunga di depan kantor majalah satire Charlie Hebdo yang diserang Rabu (07/01).
Polisi Prancis
Keterangan gambar, Aparat keamanan diterjunkan dalam jumlah besar untuk mengamankan aksi persatuan. Sejumlah pemimpin dunia, antara lain Perdana Menteri Inggris David Cameron, Kanselir Jerman Angela Merkel, Perdana Menteri Turki Ahmet Davutoglu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Palestina Mahmoud Abbas juga mengikuti aksi.