Sekolah Peshawar korban Taliban dibuka kembali

peshawar

Sumber gambar, REUTERS

Keterangan gambar, Taliban membunuh 152 orang, 133 diantaranya anak-anak, dan melukai lebih 120 orang di bulan Desember.

Para murid dan guru kembali untuk pertamakalinya ke sekolah di kota Peshawar, Pakistan, tempat lebih 150 orang dibunuh bulan lalu.

Sebuah upacara diadakan untuk mengenang para korban serangan Taliban.

Sejumlah sekolah di negara tersebut dibuka kembali setelah penutupan sekolah diperpanjang karena serangan pada tanggal 16 Desember.

Pemerintah Pakistan menghapus pembekuan hukuman mati karena pembantaian dan mendirikan pengadilan militer untuk mengadili kasus terorisme.

Tujuh penyerang Taliban mengenakan rompi bom menerobos pagar kawat memasuki Sekolah Rakyat Militer di <link type="page"><caption> Peshawar</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/majalah/2015/01/141231_majalahlain_pakistan_trauma" platform="highweb"/></link> di bulan Desember.

Mereka memasuki sejumlah kelas, membunuh 152 orang, 133 diantaranya anak-anak, dan melukai lebih 120 orang. Seluruh penyerang terbunuh.

Taliban mengatakan serangan yang paling serius yang pernah dilakukan kelompok itu di Pakistan, adalah balasan terhadap serangan pemerintah di Waziristan Utara dan daerah Khyber di dekatnya yang dimulai pada bulan Juni 2014.

Pembunuhan sekolah tersebut dikecam dunia dan Presiden Amerika Serikat Barack Obama mengatakan teroris 'kembali menunjukkan kebejatannya'.

Taliban Afghanistan juga mengecam serangan tersebut.