Tekad Pakistan memberantas terorisme

Sumber gambar, AP
Perdana Menteri Pakistan, Nawaz Sharif, bertekad memberantas terorisme setelah serangan atas sebuah sekolah di Peshawar yang menewaskakan 141 orang.
<link type="page"><caption> Sebagian besar dari korban serangan Taliban</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/12/141216_pakistan_taliban" platform="highweb"/></link> ke sekolah yang dikelola militer itu, Selasa (16/12), adalah murid sekolah.
Tekad Nawaz Sharif itu disampaikan setelah pertemuan antara partai-partai politik di negara itu pascaserangan yang mengguncangkan masyarakat Pakistan tersebut.
Ditambahkannya bahwa Pakistan bersatu untuk menjamin bahwa murid-murid yang menjadi korban, tewas tidak dengan sia-sia, sambil menegaskan tidak ada perbedaan antara Taliban 'yang baik dan yang buruk'.
"Kami sudah memutuskan untuk meneruskan perang melawan terorisme sampai teroris terakhir dibasmi," tegasnya.

Sumber gambar, EPA
Sebelum pertemuan dengan partai politik, dia lebih dulu <link type="page"><caption> mencabut moratorium hukuman mati atas tersangka terorisme.</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/12/141217_pakistan_taliban" platform="highweb"/></link>
Sementara kelompok Taliban Pakistan, TTP, mengakui sebagai pelaku serangan sebagai aksi balas dendam terhadap operasi militer atas posisi mereka di kawasan Waziristan Utara dan Khyber.

Sumber gambar, EPA
Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, sudah menelepon PM Sharif untuk menyatakan dukungan atas tekad untuk memberantas terorisme.
Dalam pernyataan yang dikeluarkan Gedung Putih, disebutkan bahwa kedua pemimpin memilki pandangan yang sama tentang ancaman terorisme dan menegaskan Amerika Serikat akan tetap mendukung Pakistan dalam melawan ekstrimisme.









