Presiden Prancis: Serangan terhadap Charlie Hebdo sangat barbar

Sumber gambar, Getty
Presiden Prancis Francois Hollande menyebut serangan terhadap kantor majalah satir, Charlie Hebdo, sebagai "tindakan sangat barbar".
Ia mengatakan Prancis harus menanggapinya dengan tegas tetapi dilandasi persatuan nasional.
"Ini adalah tindakan sangat barbar yang baru saja terjadi di Paris ini terhadap majalah -majalah berarti kebebasan berbicara- terhadap para wartawan yang selalu berusaha menunjukkan bahwa di Prancis sebuah majalah bisa beroperasi untuk mempertahankan gagasan mereka dan untuk memiliki kebebasan yang dilindungi republik ini," kata Hollande ketika mengunjungi kantor Charlie Hebdo di Paris, Rabu (07/01).
Serangan juga dikecam oleh Kanselir Jerman Angela Merkel.
Menurutnya, <link type="page"><caption> serangan terhadap Charlie Hebdo</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2015/01/150107_prancis_charlie_hebdo" platform="highweb"/></link> sangat mengerikan.
Merkel juga menambahkan bahwa penembakan di Prancis bukan hanya serangan terhadap rakyat Prancis, tetapi juga serangan terhadap kebebasan pers dan kebebasan berpendapat.
Kartunis Denmark, Kurt Westergaard, yang karyanya berupa ilustrasi Nabi Mohammad mengenakan sorban dengan bom di kepalanya dicetak ulang oleh Charlie Hebdo, mengatakan ia berharap media tidak akan menyerah kepada terorisme.
Gedung Putih dan Perdana Menteri Inggris David Cameron juga mengecam serangan.
Presiden Italia Matteo Renzi mengatakan kekerasan akan selalu bisa dikalahkan oleh kebebasan. Ia menyampaikan kecaman ini melalui akun Twitternya.
Serangan oleh orang-orang bersenjata di kantor majalah satir Prancis <link type="page"><caption> menewaskan sedikitnya 12 orang</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/multimedia/2015/01/150107_foto_charlie_hebdo" platform="highweb"/></link>.











