Batasi pengungsi Suriah, Lebanon terapkan sistem visa

syrian refugees

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Umm Ali (kanan belakang), bersama sebelas orang anaknya menjadi pengungsi di kamp tidak resmi di Jabaa, Lebanon setelah melarikan diri dari Aleppo, Suriah.

Aturan baru untuk orang-orang Suriah yang ingin memasuki Lebanon mulai diberlakukan hari Senin (05/01) untuk mempersulit masuknya para pencari suaka yang melarikan diri dari perang.

Sebelumnya, perjalanan di antara kedua negara tidak dibatasi, namun kini warga Suriah yang ingin masuk ke Lebanon harus memperoleh visa.

Ini merupakan serangkaian langkah terbaru yang diterapkan untuk menghentikan aliran masuk para pengungsi. Lebanon saat ini sudah menampung lebih dari satu juta pengungsi Suriah.

Sebelumnya, warga Suriah bisa tinggal di Lebanon sampai dengan enam bulan secara otomatis.

Menurut aturan baru ini, warga Suriah yang ingin memasuki Lebanon harus memenuhi sejumlah kriteria tertentu dulu untuk bisa mendapatkan visa di perbatasan.

Mereka juga harus menjelaskan tujuan kunjungan mereka, dan jika disetujui, mereka akan mendapatkan visa untuk jangka waktu tertentu.

jabaa

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Anak-anak pengungsi Suriah bermain di kamp tidak resmi di Jabaa, Lebanon.

Seorang juru bicara untuk badan pengungsi PBB (UNHCR) di Lebanon, Ron Redmond, mengatakan selama enam sampai delapan minggu terakhir sejumlah tindakan telah diberlakukan untuk mengurangi jumlah orang yang ingin masuk sebagai pengungsi.

Namun, PBB telah mengatur sebuah sistem dengan pemerintah Lebanon untuk memungkinkan orang-orang yang paling rawan untuk tetap bisa mendapatkan akses masuk.