'Sopir' perempuan Saudi dirujuk ke pengadilan terorisme

Sumber gambar, AP
Dua perempuan Arab Saudi yang ditahan hampir satu bulan karena melanggar larangan menyetir bagi perempuan diajukan ke pengadilan yang menyidangkan kasus-kasus terorisme.
Pengacara kedua perempuan itu sudah mengajukan banding atas keputusan tersebut.
Salah seorang perempuan, Loujain al-Hathloul, yang berusia 25 tahun, ditangkap karena dia mencoba menyetir masuk ke Arab Saudi dari negara tetangga Uni Emirat Arab, UAE.
Sedangkan Maysaa al-Alamoudi, wartawan Arab Saudi yang berkantor di UAE- ditangkap karena berada di perbatasan untuk mendukung Hathloul.
Untuk pertama kalinya perempuan yang melanggar larangan menyetir dirujuk ke Pengadilan Kriminal Khusus di Riyadh, yang dibentuk untuk meyidangkan kasus-kasus terorisme.
Beberapa orang yang dekat dengan kedua perempuan itu mengatakan mereka sebenarnya didakwa karena mengungkapkan pendapatnya lewat internet dan bukan semata-mata karena menyetir mobil.
Kelompok pegiat hak asasi, Human Rights Watch, sebelumnya mengecam pemerintah Arab Saudi yang disebut membungkam warganya yang mengkritik pemerintah lewat internet.
Ketika ditangkap, jumlah <link type="page"><caption> pengikut Loujain dan Maysaa di Twitter</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/majalah/2014/12/141204_majalahlain_twitter_wanita_saudi" platform="highweb"/></link> jika digabung lebih dari 355.000. Keduanya dikenal sebagai pegiat yang berupaya menentang larangan perempuan menyetir di Arab Saudi.
Tidak ada pernyataan resmi dari pemerintah Arab Saudi atas penangkapan dan penahanan Loujain dan Maysaa.









