Peziarah Natal berkumpul di Bethlehem

Sumber gambar, afp getty
Umat Kristen dari berbagai tempat di dunia berkumpul di kota Bethlehem, Tepi Barat, untuk merayakan Malam Natal di tempat yang diyakini sebagai tempat kelahiran Yesus.
Puncak peringatan ini adalah misa tengah malam di <link type="page"><caption> Gereja Kelahiran</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/12/131225_natalbetlehem" platform="highweb"/></link>.
Ribuan peziarah berkumpul di Lapangan Manger untuk menyaksikan pawai yang dipimpin Patriarch Latin Jerusalem, Fouad Twal.
Pastor paling senior Katolik Roma di Tanah Suci mengharapkan tahun 2015 akan menjadi "lebih baik dibandingkan kesulitan tahun ini".
Dia berkeinginan tahun depan tidak akan ada lagi tembok pemisah, digantikan dengan jembatan perdamaian.
"Perdamaian berasal dari keadilan dan kita mempunyai masalah yang kita harap bisa segera terselesaikan," tambah Fouad Twal.
Twal sepertinya mengacu kepada pembatas yang Israel bangun di Tepi Barat.
Tembok ini memisahkan Bethlehem dari Jerusalem, dan usulan Palestina kepada Dewan Keamanan PBB bagi rancangan resolusi yang dapat menjadi batas waktu 12 bulan bagi tercapainya kesepakatan damai dengan Israel.









