Suriah izinkan pengiriman obat ke Aleppo

Sumber gambar, reuters
Pemerintah Suriah mengizinkan pengiriman obat ke daerah Aleppo yang dikuasai oposisi, kata Badan Kesehatan Dunia (WHO).
Petugas WHO, Elizabeth Hoff, mengatakan pemerintah juga berjanji akan memberikan akses ke Distrik Mouadamiya dan Ghouta timur, di pinggiran ibu kota Suriah, Damaskus.
Dia mengaku berharap pengiriman obat ke Aleppo dapat dilakukan pekan depan.
Lebih lanjut, Hoff menjelaskan pengiriman obat sudah dinegosiasikan dalam pertemuan tingkat tinggi.
"Kami dulu memiliki beberapa kendala dengan pengiriman pasokan bedah, jarum suntik, namun situasinya jauh lebih baik saat ini," kata Hoff.
Ghouta Timur sudah lama tertutup untuk bantuan, tambah Hoff. Pasokan bantuan ke Ghouta Timur juga akan mencakup vaksin.
Seorang utusan PBB baru-baru ini menyerukan gencatan senjata di Aleppo untuk memungkinkan pengiriman bantuan.
<link type="page"><caption> Perserikatan Bangsa Bangsa</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/11/141111_suriah_pbb" platform="highweb"/></link> memperkirakan sekitar 4,7 juta warga Suriah berada di daerah yang sulit dijangkau, dengan sedikitnya 240.000 orang terkepung pertempuran antara pemerintah dan oposisi.
Sejak konflik meletup di Suriah tahun 2011 lebih dari 200.000 orang tewas dan lebih dari 9 juta orang mengungsi ke <link type="page"><caption> negara-negara tetangga</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/11/141113_suriah_pengungsi" platform="highweb"/></link>.









