PM Australia: ancaman terorisme tetap tinggi

Sumber gambar, EPA
Perdana Menteri Australia, Tony Abbott mengatakan, 'tingkat percakapan tentang teror' meningkat semenjak kasus penyerangan dan penyanderaaan di sebuah kafe di Sydney, pekan lalu.
Pada pertemuan dengan Komite Keamanan Nasional pada Selasa (23/12), Abbott mengatakan telah menerima masukan dari otoritas keamanan bahwa telah terjadi pengingkatan 'perbincangan diantara simpatisan terorisme.'
Sebelumnya, upacara mengenang <link type="page"><caption> dua orang sandera yang tewas </caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/12/141215_australia_penyanderaan_korban" platform="highweb"/></link>dalam penyanderaan oleh pria bersenjata, telah digelar.
Belasan orang sandera yang selamat juga terlihat hadir dalam upacara pemakaman mendiang Tori Johnson dan Katrina Dawson yang ditembak pria bernama Man Haron Monis dalam drama penyanderaan selama 16 jam di kafe Martin Place, Sydney.

Sumber gambar, EPA
<link type="page"><caption> Pelaku penembakan</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/12/141217_sydney_iran_monis" platform="highweb"/></link> ini akhirnya tewas ditembak <link type="page"><caption> pasukan keamanan Australia</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/12/141215_australia_pengepungan_berakhir" platform="highweb"/></link>.
Di tempat lain, lebih dari 1.000 orang juga menggelar upacara untuk mengenang dua orang korban tersebut.
Lebih lanjut Abbott menekankan ancaman serangan teroris tetap berada pada level 'tinggi' dan tidak dinaikkan ke level 'ekstrim'.
"Kami tidak tahu kapan dan bagaimana serangan akan datang, tetapi kita tahu ada orang-orang yang bermaksud melakukan serangan lanjutan."
Namun demikian dia meminta warga Australia tetap melakukan kegiatan seperti biasa, sertta dia meminta agar tetap waspada terhadap ancaman terorisme.

Sumber gambar, EPA










