Ibu kota Xinjiang larang burqa di tempat umum

Wanita Muslim UIghur

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Seorang pengamat mengatakan pelarangan burqa di tempat umum bisa memanaskan suasana di Urumqi.

Pemerintah ibu kota Provinsi Xinjiang, Urumqi, di Cina barat berencana melarang pemakaian burqa di tempat-tempat umum.

Media pemerintah memberitakan pihak berwenang Urumqi sudah setuju untuk melarang burqa, sebagai bagian dari upaya untuk menghilangkan busana Muslim di kawasan yang banyak didiami oleh etnik Muslim Uighur tersebut.

<link type="page"><caption> Mayoritas wanita Muslim Uighur</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/multimedia/2014/05/140528_galeri_uighur.shtml" platform="highweb"/></link> memakai jilbab yang menampakkan wajah secara keseluruhan, namun makin banyak yang memakai burqa -seperti di Arab Saudi dan Pakistan- yang hanya menampakkan bagian mata saja.

Kantor berita resmi Xinhua mengatakan pelarangan burqa di tempat-tempat umum sudah disetujui parlemen Urumqi, hari Rabu (10/12).

Pemerintah Cina menuduh kelompok separatis Islam sebagai penyebab gelombang kekerasan yang menewaskan ratusan orang dalam dua tahun terakhir.

Para pegiat Uighur mengatakan kebijakan pemerintah Cina yang represif, yang antara lain tidak mengakui keberagaman budaya, menjadi penyebab memanasnya suasana di Xinjiang.

Ahli Cina di Universitas La Trobe di Melbourne, James Leibold, mengatakan pelarang ini "bisa memanaskan" suasana dan menambah ketegangan di Urumqi.

Kepada kantor berita Reuters, Leibod mengatakan pelarangan bisa menjadi "simbol resistensi".