Masih ada perbedaan serius tentang nuklir Iran

Perundingan nuklir Iran di Wina

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Batas waktu perundingan nuklir Iran di Wina adalah Senin 24 November.

Amerika Serikat mengatakan perbedaan yang serius masih ditemukan dalam perundingan tentang program nuklir Iran, menjelang batas waktu akhir Senin 24 November.

<link type="page"><caption> Perundingan di Wina, Austria, akan kembali dilanjutkan</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/11/141120_iran_nuklir" platform="highweb"/></link> hari ini, Sabtu 22 November, dan pemerintah Washington menegaskan akan berupaya semaksimal mungkin untuk menjembataninya.

Menlu AS, John Kerry, dan Menlu Iran, Javad Zarif, dilaporkan sedang membahas gagasan baru untuk memecah kebuntuan yang bisa diajukan kepada pemerintah masing-masing.

Kerry sampai menunda kepulangan dari Wina yang mestinya Jumat (21/11) untuk mengupayakan agar bisa tercapai kesepakatan pada Senin mendatang.

"Kami bekerja tidak berhenti, batas akhir adalah Senin dan kami semua bekerja keras untuk mencapainya. Perbedaan serius masih ada," tutur juru bicara Gedung Putih, Eric Schultz, di Washington kepada kantor berita AFP.

John Kerry

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Menlu AS, John Kerry, sudah menunda kepulangannya dari Wina.

Sementara sebuah sumber dari pihak Iran mengatakan bahwa semua pihak berupaya untuk mencapai kesepakatan dalam kerangka kerja yang umum dulu, dengan rincian lebih lanjut bisa menyusul.

Kesepakatan yang diupayakan sejak Februari oleh yang disebut P5+1 -yaitu Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Jerman, Rusia, dan Cina bersama Iran- ingin memastikan Iran tidak mengembangkan senjata nuklir dengan imbalan pencabutan sanksi barat atas negara itu.

Pemerintah Teheran sudah berulang kali menegaskan bahwa program nuklir mereka tidak ada kaitan dengan tujuan militer namun untuk kebutuhan energi semata.