IAEA: Iran kurangi cadangan uranium

Sumber gambar, Getty
Iran melumpuhkan setengah cadangan uranium yang sudah diperkaya pada tingkat lebih tinggi, sesuai dengan kesepakatan permulaan tahun ini.
Hak tersebut diungkapkan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) yang melakukan pemeriksaan tentang kepatuhan Iran terhadap persetujuan dengan enam kekuatan dunia.
Mereka menginginkan <link type="page"><caption> Iran</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/topik/iran/" platform="highweb"/></link> memperkecil kegiatan pengayaan uranium, yang dikhawatirkan dapat digunakan untuk membuat bom nuklir.
Iran menyatakan kegiatan nuklirnya untuk tujuan damai. Negara tersebut menyepakati persetujuan dengan imbalan pelonggaran sanksi.
Laporan IAEA menyebutkan Iran menurunkan kadar cadangan uranium yang merupakan hasil pengayaan tingkat lebih tinggi.
Hal ini dipandang sebagai isyarat positif oleh pihak Barat karena akan memperpanjang proses pembuatan bom nuklir jika Iran menginginkannya, seperti dilaporkan wartawan BBC, Bethany Bell, di Wina.
Para diplomat memastikan kesimpulan tersebut dengan BBC.
Laporan lengkap IAEA dijadwalkan diterbitkan minggu depan.
Badan tersebut juga menyebutkan penundaan pembangunan reaktor pengubah nuklir sebagai bagian dari kesepakatan sementara, lapor Reuters.
IAEA yang menugaskan beberapa pemeriksa di Iran, mengeluarkan laporan bulanan tentang kepatuhan Iran pada kesepakatan sementara dengan enam kekuatan dunia, yaitu Amerika Serikat, Rusia, Cina, Inggris, Perancis, dan Jerman.









