Mesir menangkap lagi 'wartawan' Al-Jazeera

Sumber gambar, AP
Seorang mahasiswa Mesir yang bekerja untuk stasiun TV Al-Jazeera ditangkap dan ditahan selama 15 hari untuk penyelidikan lebih lanjut.
Mahasiswa berusia 21 tahun yang tidak disebutkan mananya itu ditangkap oleh polisi rahasia ketika sedang merekam gambar pengunjuk rasa di Mahalla, di sebelah utara ibu kota Kairo.
Unjuk rasa itu digelar untuk mengecam maraknya yang dianggap sebagai aksi terorisme yang belakangan ini di negara itu.
Sebuah buku catatan dengan pesan-pesan antitentara dan antipolisi dilaporkan ditemukan bersamanya.
Dua rekannya yang membawa kamera berhasil melarikan diri sebelum ditangkap.
Juni lalu, pihak berwenang <link type="page"><caption> Mesir menghukum dua</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/06/140623_wartawan_aljazeera" platform="highweb"/></link><link type="page"><caption> wartawan Al-Jazeera</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/06/140623_wartawan_aljazeera" platform="highweb"/></link> dengan tujuh tahun penjara dan wartawan ketiga diganjar 10 tahun penjara.
Ketiganya -Baher Mohamed, Mohammed Fahmy, dan Peter Greste- didakwa dengan menyebar berita-berita palsu dan mendukung kelompok terlarang Ikhwanul Muslimin, yang mendukung <link type="page"><caption> Presiden Mohammed Morsi yang</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/07/130703_militer_morsi.shtml" platform="highweb"/></link><link type="page"><caption> digulingkan militer Juli tahun lalu. </caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/07/130703_militer_morsi.shtml" platform="highweb"/></link>
Kelompok-kelompok hak asasi memandang pengadilan atas wartawan itu merupakan upaya <link type="page"><caption> pemerintah Presiden Abdul Fattah al-Sisi,</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/06/140603_mesir_presiden_pemilihan" platform="highweb"/></link> jenderal yang menggulingkan Morsi, dalam membungkam para pengkritiknya.









