Seruan untuk bebaskan wartawan Al Jazeera di Mesir

Unjuk rasa di BBC
Keterangan gambar, Ratusan wartawan BBC ikut unjuk rasa hening satu menit di London.

Sejumlah wartawan dunia mendesak kembali seruan pembebasan tiga wartawan stasiun TV Al Jazeera yang ditangkap di Mesir.

Ketiganya, termasuk mantan wartawan BBC, Peter Greste, ditangkap sejak Desember tahun lalu dan diadili dengan <link type="page"><caption> berbagai dakwaan </caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/02/140220_mesir_wartawan.shtml" platform="highweb"/></link><link type="page"><caption> termasuk menyiarkan berita palsu dan membantu Ikhwanul Muslimin yang dilarang.</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/02/140220_mesir_wartawan.shtml" platform="highweb"/></link>

Pemerintah sementara <link type="page"><caption> Mesir</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/topik/mesir/" platform="highweb"/></link> yang didukung militer sudah menyatakan bahwa Ikhwanul Muslimin sebagai organisasi teroris walau kelompok tersebut membantah terlibat dalam sejumlah serangan bom sejak presiden Mohammed Morsi digulingkan militer Juli lalu.

Dua wartawan lainnya adalah Mohamed Fahmy dan Baher Mohamed.

Untuk menegaskan desakan itu, sejumlah wartawan di berbagai tempat di dunia mereka menggelar hening satu menit, Senin 7 April 2014, sebagai bentuk solidaritas.

Di luar kantor BBC di pusat kota London, ratusan wartawan BBC ikut menggelar aksi diam.

Al Jazeera mengatakan dakwaan itu tidak jelas sementara PBB juga sudah menyerukan agar para wartawan itu dibebaskan.

Bulan Februari, <link type="page"><caption> sejumlah wartawan juga menggelar unjuk rasa di Jakarta</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2014/02/140227_demo_wartawan_aljazeera.shtml" platform="highweb"/></link> mendesak pemerintah Mesir untuk membebaskan wartawan stasiun televisi Al-Jazeera tersebut.