Perawat yang dikarantina akan menuntut

Sumber gambar, AP
Seorang perawat AS yang dikarantina di New Jersey sekembalinya dari Afrika Barat mengatakan bakal menuntut sejumlah pihak atas perlakuan yang dialaminya ke sebuah pengadilan federal.
Kaci Hickox mengatakan dia merasa diperlakukan seperti seorang penjahat setelah kembali dari Sierra Leone, Jumat (24/10) lalu.
Pengacaranya mengatakan kasus ini telah menimbulkan "masalah serius tentang kebebasan konstitusional dan sipil".
Sejumlah peraturan baru di Negara Bagian New York, New Jersey, dan Illinois mewajibkan masa karantina selama 21 hari bagi semua petugas kesehatan yang pernah melakukan kontak dengan pasien Ebola di Afrika Barat.
Hickox, seorang pekerja medis dari organisasi Doctors Without Borders, menggambarkan pengalamannya ketika dimasukkan ke dalam karantina di Bandara Newark di New Jersey sebagai sesuatu yang "menakutkan" dan "kekacauan yang tidak terorganisasi".
Pengacaranya, Norman Siegel, mengatakan isolasi terhadap Hickox telah melanggar kebebasan sipil mengingat dia tidak menunjukkan gejala dan tidak terbukti positif terjangkit virus Ebola.
"Kami tidak melawan cara pemerintah yang dalam situasi tertentu, berhak untuk melakukan karantina," katanya.
Dia juga menambahkan bahwa "kebijakan tersebut terlalu luas bila diterapkan padanya"
Tapi Gubernur New Jersey Chris Christie membela tindakan karantina dengan mengatakan bahwa hal ini akan "menjadi awal kebijakan nasional."
Duta Besar AS untuk PBB, Samantha Power, mengatakan bahwa para pekerja kesehatan AS harus "diperlakukan seperti pahlawan, dan tidak menjadikan mereka seperti aib karena mereka telah melakukan pekerjaan yang luar biasa."
Dia berbicara pada tur pertamanya ke tiga negara yang paling parah dilanda wabah Ebola, yakni Guinea, Liberia dan Sierra Leone.
Lebih dari 10.000 orang telah terjangkit virus Ebola. Adapun jumlah kematian akibat virus Ebola mencapai 4.922 orang.









