Australia hentikan penyelidikan kasus "Balibo Five"

Sumber gambar, AFP
Polisi Australia menghentikan penyelidikan kasus dugaan kejahatan perang yang menyebabkan lima wartawan yang dikenal dengan "Balibo Five" di Timor Leste pada 1975, menjelang pendudukan Indonesia.
Polisi mengatakan "bukti-bukti yang ada tidak cukup untuk membuktikan pelanggaran tersebut.
Pada 2007 seorang koroner Australia menemukan kelompok itu dieksekusi oleh pasukan khusus Indonesia di kota Balibo.
Lima wartawan itu diduga dibunuh untuk mencegah mereka mengungkapkan rincian mengenai invasi Indonesia.
Pernyataan pemerintah Indonesia menyebutkan mereka tewas dalam peristiwa baku tembak.
Polisi Federal Australia AFP melakukan penyelidikan terhadap kematian warga Australia Greg Shackleton dan Tony Stewart, Britons Brian Peters dan Malcolm Rennie, serta warga Selandia Baru Gary Cunningham pada 2009.
Penyelidikan itu dilakukan setelah pengadilan koroner memutuskan bahwa para korban tidak tewas dalam pertempuran tetapi "secara sengaja ditembak atau ditikam.
Pengadilan menyebutkan tiga nama mantan pejabat senior di pasukan khusus Indonesia telah memerintahkan pembunuhan.
Kompleks dan sulit
AFP menyebutkan bukti-bukti yang disebutkan tidak cukup untuk melanjutkan penyelidikan.
'Sebagai hasilnya, AFP telah menyelidiki semua yang berkaitan dengan masalah ini dan tidak akan mengambil langkah lanjutan," kata dia.
AFP mengatakan telah mengontak keluarga para korban yang tewas dalam "penyeldikan yang kompleks dan sulit".
Ketika Polisi Federal Australia memulai penyelidikan, pemerintah Indonesia memperingatkan masalah ini dapat membahayakan hubungan kedua negara.
Pasukan Indonesia menginvasi Timor Leste yang ketika itu bernama Timor Portugis sebelum kemudian menjadi Timor Timur, tak lama setelah Portugis meninggalkan negara itu pada 1975, mengakhiri 450 tahun masa kolonial.
Setidaknya 100.000 orang diperkirakan tewas selama 25 tahun masa pendudukan Indonesia. Timor Leste secara resmi merdeka pada 2002.
Di Australia, muncul pertanyaan seberapa peduli politisi dan pemerintah negara itu terhadap invasi Indonesia.
Gough Whitlam, yang meninggal pada Selasa (21/10), merupakan perdana menteri pada saat pembunuhan terjadi. Dalam penyelidikan koroner 2007 lalu, dia mengaku telah memperingatkan jurnalis, Greg Shackleton, untuk tidak pergi ke Timor Leste.
Dia juga mengatakan tidak ingat melihat kawat sebelum para jurnalis itu terbunuh yang mengindikasikan pasukan Indonesia berencana melakukan serangan.









