Dua menteri perempuan Jepang mundur

Sumber gambar, REUTERS
Menteri Kehakiman Jepang Midori Matsushima mengundurkan diri dari jabatannya beberapa jam setelah aksi serupa dilakoni Menteri Perdagangan dan Industri Yuko Obuchi.
Pihak oposisi menuduh Matsushima telah melanggar undang-undang pemilihan umum.
Berdasarkan laporan stasiun televisi NHK, perempuan berusia 58 tahun itu telah membagikan selebaran yang memuat fotonya dan kebijakan-kebijakannya dalam sebuah acara festival.
Pada Jumat (17/10), Partai Demokrat mengajukan tuntutan terhadap Matsuhima dan menuntut pengunduran dirinya.
Yang kedua
Pengunduran Matsuhima hanya berselang beberapa jam setelah langkah yang sama ditempuh <link type="page"><caption> Yuko Obuchi</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/10/141020_world_obuchi_jepang" platform="highweb"/></link>.
Obuchi, 40, lengser sebagai orang nomor satu Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Perindustrian di tengah dugaan bahwa dua kelompok politik afiliasinya menghabiskan 43 juta yen atau sekitar Rp4,8 miliar untuk membeli tiket pertunjukan teater antara 2009 hingga 2011.

Sumber gambar, AP
Secara terpisah, masih menurut laporan NHK, sebuah kelompok politik pendukung Obuchi lainnya membeli barang-barang senilai 3,8 juta yen atau Rp428,4 juta dari perusahaan yang dikelola adik perempuan dan abang iparnya pada 2008-2012.
Obuchi sendiri belum mengakui kesalahannya pribadinya, namun dalam sebuah konferensi pers yang disiarkan televisi pada hari Senin, dia mengatakan "kami tidak bisa membiarkan kebijakan energi dan ekonomi terhambat karena berbagai masalah saya".
"Saya menganggap serius dampak yang telah saya sebabkan," katanya.
Dia juga meminta maaf karena tidak dapat membantu sejumlah program yang ditetapkan oleh Perdana Menteri Shinzo Abe, termasuk pemulihan ekonomi dan menciptakan "sebuah golongan di mana para perempuan mampu bersinar".
Belum selesai
Wartawan BBC di Tokyo, Rupert Wingfield-Hayes, mengatakan masalah yang dihadapi Abe terkait lima perempuan yang ditunjuknya sebagai menteri belum selesai.
Setelah Matsushima dan Obuchi, Eriko Yamatani yang menangani penculikan warga Jepang oleh Korea Utara berpose bersama anggota-anggota kelompok ultranasionalis yang mengusung kebencian terhadap komunitas Korut di Jepang.
Abe mengatakan dia bertanggung jawab atas penunjukkan kedua menteri wanita tersebut, dan mereka akan diganti dalam waktu satu hari.
Keduanya merupakan anggota partai konservatif Partai Liberal Demokratik (LDP).









