Polisi gusur demonstran Hong Kong

Sumber gambar, AFP
Bentrokan antara polisi dan demonstran Hong Kong kembali terjadi. Kali ini, insiden tersebut dipicu oleh aksi penggusuran terhadap demonstran di bawah jembatan dekat kantor pemerintah.
Polisi beralasan penggusuran harus dilakukan mengingat Jalan Lung Wo yang ditempati para demonstran merupakan salah satu perlintasan utama Hong Kong.
Kedatangan polisi kemudian disambut oleh para demonstran berpayung. Namun, hal itu tidak menyurutkan langkah aparat yang melepaskan semprotan merica ke arah demonstran.
Dalam tayangan yang disiarkan jaringan televisi TVB, enam polisi tampak menggiring seorang demonstran ke sudut jalan.
Setelah diborgol, demonstran itu diletakkan ke tanah, diinjak seorang polisi, dan dipukul. Sementara tiga polisi lainnya berkali-kali menendanginya.
Penyerangan itu, menurut TVB, berlangsung selama empat menit.
Juru bicara kepolisian, Tsui Wai-Hung, mengatakan sebanyak 37 pria dan delapan perempuan ditahan dalam aksi tersebut.

Sumber gambar, AFP
Tsui berkeras tiada seorang demonstran pun yang cedera. Sebaliknya, dia menyebutkan empat polisi mengalami luka-luka.
Secara terpisah, Sekretaris Keamanan Hong Kong, Lai Tung-kwok, menanggapi tayangan peliputan TVB.
Dia mengatakan personel kepolisian yang tampak dalam video tersebut akan dimutasi dan investigasi akan segera dilangsungkan.

Sumber gambar, AFP
Bentrokan antara polisi dan demonstran bukan kali pertama terjadi.
Sebelumnya, peristiwa serupa terjadi <link type="page"><caption> pada 5 Oktober lalu</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/10/141005_hongkong_demo_ricuh" platform="highweb"/></link>.
Saat itu, polisi menggunakan tongkat dan semprotan merica terhadap demonstran di distrik komersial Mong Kok.









