Bayi kelahiran Australia dianggap 'warga gelap'

Sydney

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Australia memperketat peraturan imigrasi dalam beberapa tahun belakangan.

Pengadilan federal Australia memutuskan seorang bayi pencari suaka tidak berhak mendapat status pengungsi.

Dalam sidang Rabu 15 Oktober, hakim mengatakan terlepas dari situasi kelahirannya, kedatangan Ferouz Myuddin lewat laut dinyatakan tidak sah.

Dia lahir di sebuah rumah sakit di Brisbane tempat ibunya dipindahkan dari pusat penampungan pengungsi di Nauru, Kepulauan Pasifik, karena kehamilannya.

Kedua orang tuanya merupakan umat Islam Rohingya yang berasal dari Myanmar.

Sejak Juli 2013, pemerintah Australia menolak untuk menerima pencari suaka yang datang lewat laut dan mengirimnya ke Pulau Nauru. Kebijakan itu ditempuh karena meningkatnya para pendatang haram ke Australia yang menggunakan perahu.

Hakim rupanya mempertimbangkan Ferouz juga datang dari laut seperti orang tuanya, yang sudah ditolak permohonan visanya.

"Dalam kelahiran pemohon, dia memasuki Australia dan menjadi 'nonwarga yang tidak sah' mengingat kedua orangtuanya tidak memiliki visa," tutur Hakim Michael Jarret dalam keputusannya.

Sydney

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Unjuk rasa di Sydney menuntut pemerintah berbuat lebih banyak untuk pengungsi.

Sebelum keputusan ini para penasehat hukum mengatakan nasib sekitar 1.000 bayi yang lahir di Australia dari orang tua pencari suaka tergantung pada kasus Ferouz.

Sehari sebelumnya, pemerintah <link type="page"><caption> Australia memperketat peraturan </caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/10/141014_australia_imigrasi" platform="highweb"/></link><link type="page"><caption> untuk memberikan izin tinggal</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/10/141014_australia_imigrasi" platform="highweb"/></link> kepada para pengusaha yang menanam modal di negara itu, dari senilai US$4 juta menjadi US$13 juta.

Sabtu 11 Oktober, sekelompok warga dan pegiat menggelar aksi unjuk rasa di Sydney menuntut agar pemerintah Australia berbuat lebih banyak untuk para pengungsi dan tidak mengusirnya begitu saja.