AS: Serangan udara memiliki keterbatasan

AS dan Inggris khawatir serangan udara tidak akan mampu mempertahankan Kobane.

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, AS dan Inggris khawatir serangan udara tidak akan mampu mempertahankan Kobane.

AS dan Inggris telah memperingatkan bahwa semata-mata mengandalkan serangan udara untuk mempertahankan kota Kobane, Suriah, tidak akan mampu menahan kemungkinan serangan pasukan militan Negara Islam.

Juru bicara Departemen Pertahanan AS mengatakan bahwa pihaknya "melakukan apa yang bisa dilakukan melalui serangan udara" tetapi upaya seperti ini memiliki keterbatasan.

"Hanya mengandalkan serangan udara, tidak akan mampu menyelamatkan Kobane," kata juru bicara Pentagon, John Kirby.

Pernyataan serupa juga dinyatakan Menteri Luar Negeri Inggris, Philip Hammond.

Pemimpin Kurdi di Kobane mengatakan kepada Kantor berita Reuters bahwa pasukan militan Negara Islam telah memasuki bagian kota Kobane di tengah pertempuran sengit.

Pengepungan atas kota ini membuat kelompok militan ini mampu mengontrol penuh wilayah di sepanjang perbatasan Suriah dan Turki.

'Sekutu yang lemah'

Departemen Pertahanan AS juga mengatakan mereka keberatan dengan usulan Turki untuk membentuk <link type="page"><caption> kawasan penyangga </caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/10/141008_kobane_prancis" platform="highweb"/></link>di sepanjang perbatasan dua negara itu.

Tentara Turki memantau serangan udara AS dari balik perbatasan Turki-Suriah.

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Tentara Turki memantau serangan udara AS dari balik perbatasan Turki-Suriah.

Selama tiga pekan pertempuran memperebutkan Kobane telah menewaskan 400 orang, dan lebih dari 160,000 warga Suriah menyelamatkan diri dengan menyeberangi perbatasan ke Turki.

Lebih lanjut juru bicara Pentagon mengatakan, seharusnya perlawanan kelompok milisi dan pasukan Irak dapat mengalahkan kelompok miltan Negara Islam, tetapi upaya ini akan memakan waktu.

"Saat ini kami tidak memiliki sekutu yang kuat di kawasan Suriah," kata John Kirby, sambil memperingatkan bahwa kota-kota lain bisa dikuasai kelompok Negara Islam.