Dukungan kurang melawan ISIS, warga Kurdi marah

Sumber gambar, AFP
Warga Kurdi di Turki mengungkapkan kemarahan karena kurangnya dukungan militer pemerintah atas para pejuang yang mempertahankan kota Kobane dari serangan militan Negara Islam.
Polisi sampai menggunakan gas air mata dan meriam air untuk membubarkan protes warga di enam kota, Selasa 7 Oktober. Sedikitnya seorang pengunjuk rasa tewas.
Pasukan dan tank-tank Turki sudah berada di perbatasan namun masih belum menerobos ke Suriah.
Serangan udara koalisi pimpinan Amerika Serikat sudah berupaya untuk memukul kelompok yang menamakan dirinya Negara Islam atau yang sebelumnya disebut ISIS.
Namun Presiden Turki memperingatkan Kobane <link type="page"><caption> -yang dikepung militan selama beberapa hari belakangan-</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/10/141006_kobane_bisa_segera_jatuh_isis.shtml" platform="highweb"/></link> 'akan jatuh'.
Sedikitnya 400 orang tewas dalam waktu tiga pekan ini dalam perang merebut dan mempertahankan Kobane sementara 160.000 penduduk mengungsi.
Jika Negara Islam berhasil merebut Kobane, yang terletak di perbatasan Suriah-Turki, maka mereka akan menguasai kawasan yang cukup panjang di perbatasan Suriah-Turki.

Sumber gambar, AFP
Dalam aksi kemarahan atas pemerintah Turki tersebut, seorang pengunjuk rasa berusia 25 tahun tewas di kota Varto dan seorang lainnya di Istanbul dibawa ke rumah sakit karena terkena tabung gas.
Sebagian pengunjuk rasa itu menuduh pemerintah Turki berkolaborasi dengan militan negara Islam.









