Aquino kecam PBB terkait pasukan perdamaian

Sumber gambar, EPA
Filipina mengecam keras PBB karena tidak memberi dukungan cukup ketika pasukan penjaga perdamaian mereka diserang pemberontak Suriah di Dataran Tinggi Golan.
Presiden Benigno Aquino mengatakan pasukan Filipina tidak bisa lagi menjadi bagian dari misi penjaga perdamaian yang tidak mungkin bisa dicapai, atau tidak jelas.
"Kami menunggu pengyelidikan PBB atas insiden yang berlangsung dan yang akan menjadi dasar apakah kami masih akan ambil bagian dalam mengemban tanggung jawab untuk komnunitas internasional."
Dia menambahkan permintaan pasukannya untuk mendapat tambahan senjata ditolak dan misinya mengawasi perbatasan Suriah dan Israel tidak jelas lagi.
Bulan lalu negara itu memutuskan untuk menarik lebih dari 300 personilnya dari Suriah setelah terlibat konflik selama empat hari <link type="page"><caption> dengan pemberontak Suriah, dan 32</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/08/140831_filipina_pasukan_pbb" platform="highweb"/></link><link type="page"><caption> pasukannya sempat terjebak.</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/08/140831_filipina_pasukan_pbb" platform="highweb"/></link>
Kepulangan pasukan di Quezon, pinggiran ibukota Manila,Rabu 1 Oktober, disambut dengan meriah.
Kelompok pemberontak Suriah juga sempat melucuti senjata dan menahan pasukan perdamaian dari Fiji, yang baru dilepaskan sekitar dua pekan kemudian.
Pejabat dan diplomat PBB mengakui bahwa ada kesulitan yang dihadapi pasukan penjaga perdamaian namun menegaskan kehadiran mereka amat penting dalam upaya menciptakan stabilitas di Timur Tengah.









