Sekitar 5.000 anak yatim karena ebola

Sumber gambar, AFP
PBB memperkirakan hampir 5.000 anak-anak di Liberia, Guinea, dan Sierra Leone kehilangan satu atau kedua orang tua karena virus ebola.
Badan PBB untuk urusan anak, UNICEF, mengatakan memberi pengasuhan kepada mereka amat sulit karena stigma atas ebola.
Sejumlah anak diberi makan oleh para tetangganya namun banyak yang yang terlantar.
Dalam salah satu kasus, seorang anak berusia empat tahun yang kehilangan orang tuanya diasuh oleh korban yang selamat dari ebola.
Namun secara umum, sulit untuk mengatur pengasuhan anak-anak yang kehilangan orang tua tersebut karena mereka ditolak oleh masyarakat.
Wartawan BBC, Imogen Foulkes, melaporkan dari kantor pusat UNICEF di Jenewa, bahwa laporan ini dikeluarkan berdasarkan misi di tiga negara itu selama dua minggu.
Bulan depan UNICEF akan menggelar pertemuan di Sierra Leone untuk membuat sistem identifikasi dan pengasuhan bagi anak-anak yatim akibat ebola.
WHO mengatakan penyebaran virus ebola di <link type="page"><caption> kawasan</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/09/140925_ebola_korban" platform="highweb"/></link><link type="page"><caption> Afrika Barat sejauh ini telah menelan 3.000 jiwa.</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/09/140925_ebola_korban" platform="highweb"/></link>









