Genjatan senjata di Ukraina ditandatangani

Sumber gambar, AFP
Pemerintah Ukraina dan kelompok pemberontak pro-Rusia telah menandatangani kesepakatan gencatan senjata untuk mengakhiri pertempuran yang telah berlangsung hampir lima bulan.
Kedua pihak yang mengadakan perundingan di ibu kota Belarus, Minsk, setuju untuk memulai gencatan senjata pukul 15.00 GMT atau 22.00 WIB.
Presiden Petro Poroshenko mengatakan ia akan melakukan semua hal yang mungkin dilakukan untuk menghentikan pertumpahan darah.
Para pemberontak mengatkan gencatan senjata ini tidak mengubah kebijakan mereka untuk memisahkan diri dari Ukraina.
'Pengerahan' pasukan NATO
Lebih dari 2.600 orang telah meninggal sejak pemberontak menyerbu beberapa kota di sebelah timur.
Tindakan ini mendorong adanya operasi militer oleh pasukan Ukraina untuk mengambil kembali kota-kota tersebut.
Para pemberontak yang sebagian besar sudah dipukul mundur ke daerah kekuasaan mereka di Donestk dan Luhansk, melakukan penggempuran baru belakang ini.
Sementara itu dalam pertemuan puncak Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) yang berlangsung di Wales, Inggris Raya, NATO memutuskan akan membentuk pasukan "pelopor" multinasional yang dapat dikerahkan dalam 48 jam sebagai tanggapan atas krisis di Ukraina dan Timur Tengah.
Di samping itu, Uni Eropa dan Amerika Serikat akan mengumumkan sanksi lebih lanjut terhadap Rusia dengan menargetkan sektor perbankan, energi dan pertahanan.









