Wartawan Cina ditahan atas dugaan pemerasan

guangzhou

Sumber gambar, cpp

Keterangan gambar, Pimpinan situs berita diduga menerima uang sebagai imbalan berita positif.

Pimpinan situs berita bisnis Cina ditahan atas dugaan melakukan pemerasan terhadap beberapa perusahaan, lapor media pemerintah Cina.

Delapan orang dari situs berita keuangan Abad ke-21 dan perusahaan Humas sedang diselidiki, lapor kantor berita Xinhua.

Mereka diduga menerima uang sebagai imbalan berita positif dan menyerang pihak-pihak yang tidak mau bekerja sama, katanya.

Cina melakukan operasi mengatasi korupsi dalam beberapa bulan terakhir.

Situs Abad ke-21 menyebutkan organisasi ini bagian dari kelompok Media Abad-21, yang memiliki koran nasional populer 21st Century Business Herald.

Kelompok ini dimiliki Guangdong Nanfang Media, pemerintah provinsi Guangdong, lapor kantor berita AFP.

Xinhua melaporkan pemimpin dan wakil pemimpin redaksi situs, disamping staf redaksi dan <link type="page"><caption> bisnis</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/majalah/2014/09/140901_bisnis_cina_pernikahan.shtml" platform="highweb"/></link> bekerja sama dengan dua perusahaan PR untuk mengumpulkan uang suap.

Dua perusahaan tersebut dilaporkan South China Morning Post sebagai Roya Investment Services di Shanghai dan Nukirin yang bermarkas di Shenzhen.