Ukraina janjikan "peta jalan" damai

Ukraina

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Vladimir Putin (kiri) dan Petro Poroshenko berjabat tangan sebelum pertemuan.

Presiden Ukraina Petro Poroshenko mengaku akan mempersiapkan "peta jalan" damai untuk mengakhiri pertempuran antara pasukan Ukraina dan separatis pro-Rusia di bagian timur negara tersebut.

"Sebuah peta jalan akan disiapkan untuk mencari penyelesaian, secepat mungkin. Gencatan senjata harus ditaati kedua belah pihak," jelas Poroshenko.

Dia mengemukakan hal itu seusai bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin selama dua jam di ibu kota Belarus, Minsk.

Poroshenko menambahkan: "Target utama kita adalah perdamaian. Kami meminta aksi yang tegas yang akan membawa perdamaian bagi Ukraina."

Awal tahun ini, Poroshenko mendeklarasikan sebuah gencatan senjata unilateral tetapi menuduh pemberontak tidak menaatinya.

Di pihak lain, Putin mengatakan Rusia akan membantu pelaksanaan dialog, yang merupakan bagian dari peta jalan damai.

Tetapi untuk menghentikan pertempuran merupakan urusan dalam negeri Ukraina.

Ukraina dan negara-negara Barat menuduh Rusia mempersenjatai pemberontak, yang dibantah berulang kali oleh Kremlin.

Ukraina
Keterangan gambar, Sebelum pertemuan sekelompok tentara Rusia tertangkap di wilayah Ukraina

Selain melakukan pertemuan empat mata, dua pemimpin negara terlibat diskusi dengan diplomat utama Uni Eropa, Catherine Ashton.

Pertemuan digelar setelah <link type="page"><caption> 10 tentara Rusia ditangkap</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/08/140826_ukraina_perbatasan.shtml" platform="highweb"/></link> di bagian timur Ukraina.

Lebih dari 2.000 orang tewas dalam <link type="page"><caption> pertempuran antara pasukan Ukraina dan separatis pro-Rusia</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/08/140814_ukraina_donetsk.shtml" platform="highweb"/></link> di Donetsk dan Luhansk.

Dua wilayah ini mengumumkan kemerdekaan dari Kiev pasca-aneksasi Rusia di bagian selatan Semenanjung Krimea pada Maret lalu.