Cina eksekusi delapan orang asal Xinjiang

xinjiang

Sumber gambar, Getty

Keterangan gambar, Militer Cina meningkatkan patroli di tempat-tempat umum di Xinjiang.

Pemerintah Cina telah mengeksekusi delapan orang yang dituduh melakukan ‘serangan teroris’, termasuk tiga orang yang diklaim sebagai dalang di balik tabrakan mobil di Lapangan Tiananmen pada 2013 lalu.

Ketiga orang tersebut, berdasarkan laporan kantor berita Cina, Xinhua, bernama Huseyin Guxur, Yusup Wherniyas, dan Yusup Ehmet.

“Mereka mendalangi serangan teroris di Lapangan Tiananmen,” sebut Xinhua.

Dalam insiden pada Oktober 2013 lalu itu, sebanyak dua turis tewas tatkala sebuah mobil tiba-tiba menerabas kerumunan wisatawan di Lapangan Tiananmen.

Mobil itu kemudian meledak dan dilalap api. Adapun tiga orang yang berada di dalam mobil turut tewas.

Pemerintah Cina menyalahkan kelompok separatis Xinjiang atas kejadian tersebut.

Lepas dari peristiwa di Lapangan Tiananmen, figur lainnya yang dieksekusi ialah Rozi Eziz. Dia divonis bersalah terkait kasus penyerangan terhadap polisi di Aksu pada 2013.

Lalu, Abdusalam Elim dieksekusi lantaran mengelola dan memimpin organisasi teroris.

Berikutnya, Memet Tohtiyusup yang dinyatakan bersalah karena menyaksikan materi audio-visual mengenai ekstremisme agama dan membunuh seorang warga sipil pada 2013.

Selanjutnya, Abdumomin Imin dinilai sebagai pemimpin kelompok teroris dan mengajak Bilal Berdi dalam penyerangan terhadap polisi pada 2011 dan 2013.

Kantor berita Xinhua, yang mengutip keterangan laporan Departemen Publikasi Wilayah Xinjiang, tidak menyebutkan kapan eksekusi berlangsung.

Akar penyebab

Kongres Uighur Sedunia—kelompok etnis Uighur yang mengasingkan diri—mengatakan para individu yang dieksekusi telah membayar mahal atas perbuatan mereka. Namun, pemerintah Cina tidak pernah menyelesaikan akar penyebab perbuatan mereka.

“Para pengacara, demi mencapai tujuan politik, menuntun mereka untuk menerima tuduhan pemerintah Cina dan mengabaikan penyebab masalah-masalah ini,” kata Dilxat Raxit, juru bicara Kongres Uighur Sedunia, kepada kantor berita Prancis, AFP.

uighur

Sumber gambar, Getty

Keterangan gambar, Mayoritas warga muslim etnik Uighur mendiami kawasan Xinjiang.
jilbab

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Di wilayah Xinjiang, pemandangan perempuan berjilbab dapat dengan mudah dijumpai.

Xinjiang merupakan wilayah yang dihuni <link type="page"><caption> mayoritas muslim etnik Uighur</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/08/140806_cina_larang_jenggot_jilbab_naikbus.shtml" platform="highweb"/></link>.

Di wilayah ini kerap terjadi ketegangan antara warga Uighur dengan warga imigran Han. Ini terjadi antara lain dilatari penentangan warga Uighur terhadap kehadiran kekuasaan Cina di Xinjiang.

Cina mengatakan, peningkatan kekerasan di Xinjiang tidak terlepas dari <link type="page"><caption> tuntutan pemisahan diri</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/08/140803_cina_xinjiang_pembunuhan.shtml" platform="highweb"/></link> dari kelompok Uighur.

Pihak berwenang Cina menjawabnya dengan <link type="page"><caption> meningkatkan operasi keamanan</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/06/140621_xinjiang_polisi_tembak.shtml" platform="highweb"/></link> di wilayah tersebut.