Jam malam kembali digelar di Ferguson

missouri

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Kericuhan di ferguson, Negara Bagian Missouri, berlangsung setelah penembakan Michael Brown.

Polisi menembakkan gas air mata guna membubarkan kerumunan massa sebelum jam malam di Kota Ferguson, Negara Bagian Missouri, Amerika Serikat, diberlakukan.

Jam malam pada Senin (18/08) tengah malam hingga 05.00 waktu setempat diadakan untuk kali kedua secara berturut-turut. Sebelumnya, <link type="page"><caption> aksi serupa digelar</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/08/140817_darurat_as.shtml" platform="highweb"/></link> untuk meredam kerusuhan yang dipicu oleh kematian seorang remaja kulit hitam bernama Michael Brown.

Remaja berusia 18 tahun itu tewas pada Sabtu (09/08) lalu. Berdasarkan sebuah rekaman video CCTV, polisi mengatakan Brown ditembak karena melakukan perampokan di toko dan mengintimidasi pemilik toko.

Namun, penjelasan polisi tidak bisa diterima komunitas kulit hitam. Sepekan setelah kematian Brown, <link type="page"><caption> sejumlah warga menjarah toko-toko</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/08/140813_penembakan_as.shtml" platform="highweb"/></link> dan melempar botol kepada polisi yang membalasnya dengan menembakkan gas air mata.

Pada Sabtu (16/08), polisi menahan tujuh orang. Aparat juga melepaskan bom asap dan gas air mata untuk membubarkan sekitar 150 pengunjuk rasa di Ferguson.

Autopsi

Guna menjernihkan keadaan, Jaksa Agung Amerika Serikat Eric Holder memerintahkan autopsi jenazah Brown sesegera mungkin.

Departemen Kehakiman AS pun mengerahkan 40 agen Biro Investigasi federal (FBI) ke Kota Ferguson untuk mengumpulkan informasi.

Dari sisi keluarga Brown, pengacara Anthony Gray mengumumkan telah menyewa jasa ahli forensik kenamaan AS, Michael Baden, guna melakoni pemeriksaan independen.

Berdasarkan profil yang dilansir Fox News, Baden telah menyelidiki kematian sederet figur tersohor, seperti Presiden John F Kennedy, musisi punk Sid Vicious, dan keluarga Tsar terakhir Rusia, Tsar Nicholas II.