Pemilik kapal Sewol ditemukan tewas

Sumber gambar, AP
Kepolisian Korea Selatan memastikan bahwa jenazah yang ditemukan bulan lalu merupakan jasad Yoo Byung-eun, pemilik kapal feri <link type="page"><caption> Sewol</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/06/140620_sidang_sewol_korea.shtml" platform="highweb"/></link> yang menjadi buronan aparat keamanan.
Kepastian itu diumumkan Kepala Kepolisian Korsel, Woo Hyung-ho, setelah Asam deoksiribonukleat (DNA) jenazah itu ternyata klop dengan DNA Yoo Byung-eun.
“Sampel DNA yang diambil dari jenazah yang telah membusuk tersebut sama persis dengan (DNA) Yoo. Sidik jemari kanannya juga telah dikonfirmasi." kata Woo di Sucheon, 300 kilometer dari Seoul, kepada kantor berita Korsel, Yonhap.
"Tiada tanda-tanda pembunuhan,” sambungnya.
Kepada pers, Woo Hyung-ho mengatakan jasad Yoo ditemukan di sebuah rumah peristirahatan di Sucheon pada 12 Juni lalu.
Kendati telah membusuk, jasad tersebut dalam keadaan utuh. Bahkan, jenazah itu masih mengenakan jaket buatan Italia dan sepasang sepatu mahal.
Ada pula tiga botol minuman keras buatan Korsel, sebuah tas, dan kaca pembesar.
Pencarian besar-besaran

Sumber gambar, AFP
<link type="page"><caption> Yoo menjadi buron</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/06/140611_sewolpemilik.shtml" platform="highweb"/></link> sejak kapal feri Sewol karam pada 16 April lalu sehingga menewaskan sebanyak 294 orang dan 10 lainnya hilang.
Yoo diduga ingin meraup keuntungan besar yang mengakibatkan muatan kargo menumpuk dan standar keamanan dilanggar.
Pemilik Chonghaejin Marine, perusahaan yang mengoperasikan kapal feri Sewol, itu menghadapi tuntutan pemangkiran pajak, penggelapan dan keteledoran.
Guna mencari Yoo, polisi telah menawarkan hadiah US$500.000 atas informasi yang berujung pada penangkapannya.
Kemudian, pada Juni lalu, sedikitnya 4.000 polisi Korea Selatan mencoba menemukan Yoo dengan menggerebek kompleks <link type="page"><caption> Gereja Baptis Evangelis</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/06/140611_sewolpemilik.shtml" platform="highweb"/></link> di daerah pinggiran Kota Seoul.
Pria berusia 70-an tahun itu merupakan salah seorang pendiri gereja tersebut.
Hingga saat ini polisi masih menyelidiki penyebab tewasnya Yoo Byung-eun.









