Belanda selidiki 'kejahatan perang' MH17

Petugas mengangkut jenazah

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Para pemantau Organisasi Keamanan dan Kerjasama Eropa meninjau gerbong penyimpan mayat di Torez.

Penuntut umum Belanda membuka penyelidikan kejahatan perang atas penjatuhan pesawat Malaysia Airlines di Ukraina timur.

Menyusul keputusan itu, Kejaksaan Agung telah mengirim seorang utusan ke ibu kota Ukraina, Kiev.

"Seorang pejabat dari kantor Kejaksaan, Thijs Berger, berada di Kiev saat ini," kata juru bicara Wim de Bruin seperti dikutip kantor berita AFP, Senin, 21 Juli.

Namun tidak dirinci apa yang akan dilakukan Berger di Ukraina.

Berdasarkan undang-undang Belanda, negara itu dapat menuntut tersangka kejahatan perang bahkan atas dugaan kejahatan yang dilakukan di luar Belanda sepanjang setidaknya terdapat satu korban berkewarganegaraan Belanda.

Terdapat 193 warga Belanda dalam <link type="page"><caption> pesawat Malaysia Airlines yang dijatuhkan di Ukraina timur</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/07/140717_malaysia_pesawat.shtml" platform="highweb"/></link> dalam penerbangan dari Amsterdam ke Kuala Lumpur, Kamis (17/07).

Perdana Menteri Ukraina Arseny Yatsenyuk mengatakan pihaknya bersedia menyerahkan kendali penyelidikan ke tangan Belanda.

Para ahli forensik Belanda mulai memeriksa jenazah korban yang kini membusuk.

Mereka mengatakan kereta yang digunakan untuk menyimpan jenazah akan meninggalkan Torez di Ukraina timur ke lokasi yang lebih aman. Torez terletak sekitar 15 km dari lokasi jatuhnya Malaysia Airlines <link type="page"><caption> MH17</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/search/?q=mh17" platform="highweb"/></link>.

Petugas Ukraina

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Para petugas mengangkut jenazah yang berserakan di areal yang luas.
Petugas di Ukraina

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Beberapa petugas mengangkat bagian pesawat Malaysia Airlines.

Presiden Ukraina Petro Poroshenko memerintahkan kepada pasukan pemerintah dalam radius 40 km dari lokasi kejadian untuk tidak mengeluarkan tembakan atau melakukan operasi.

Pemberontak pro-Rusia di kawasan Ukraina timur dituding bertanggung jawab atas peristiwa yang menewaskan 298 penumpang dan awak kapal.

Akan tetapi Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan sebuah pesawat tempur Ukraina terbang di dekat pesawat Malaysia Airlines beberapa menit sebelum pesawat jatuh.

Rusia meminta penjelasan dari Kiev.

Penegasan Rusia ini bertolak belakang dengan laporan-laporan intelijen Amerika Serikat bahwa rudal ditembakkan dari satu lokasi yang berada di bawah kendali pemberontak.