Uji coba rudal terbaru Korea Utara

Kim Jong-Un

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Kim Jong-Un dilaporkan menyaksikan uji coba rudal terbaru yang tidak dijelaskan waktunya.

Media Korea Utara mengatakan Pyongyang berhasil melakukan uji coba atas rudal yang disebut canggih dengan presisi tinggi.

Pemimpin Kim Jong Un disebutkan menyaksikan uji coba terbaru ini dan merasa puas dengan hasilnya.

Laporan tersebut tidak merinci waktu peluncuran namun <link type="page"><caption> Korea</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/topik/korea/" platform="highweb"/></link> Selatan mengatakan Pyongyang melepas tiga tembakan proyektil jarak dekat pada hari Kamis 26 Juni.

Tidak diketahui jenis dari proyektil yang ditembakkan dan uji coba penembakan jarak dekat bukan hal yang tidak biasa dilakukan Korea Utara.

Kementerian Pertahanan Korea Selatan mengatakan Pyongyang sudah lama mencoba untuk meningkatkan sistem peluncuran roket berkaliber besar dan jangkauannya secara perlahan-lahan meningkat.

Beberapa pengamat mengatakan pengumuman terbaru Korea Utara ini dimaksudkan meyampaikan peningkatan kemampuan militernya.

Ketegangan antara kedua Korea meningkat belakangan ini dan Mei lalu <link type="page"><caption> Pyongyang melepas tembakan ke laut</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/05/140522_korea_tembakan.shtml" platform="highweb"/></link> yang menjadi sengketa dan jatuh di dekat sebuah kapal perang Korea Selatan.

Bulan Februari 2014, <link type="page"><caption> Korut menembakkan empat rudal jarak pendek</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/02/140228_korea_utara_uji_rudal.shtml" platform="highweb"/></link> ke laut, yang dilihat sebagai respons terhadap latihan militer Korea Selatan dengan <link type="page"><caption> Amerika Serikat.</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/topik/amerika_serikat/" platform="highweb"/></link>

Korea Utara dan Selatan pada prinsipnya masih dalam keadaan perang karena perang 1950-1953 berakhir dengan gencantan senjata dan bukan traktat perdamaian.