Irak menutup Facebook untuk atasi ISIS

Sumber gambar, cyberarabs
Pemerintah Irak sepertinya menutup Facebook, Twitter, dan media sosial lainnya, sementara perang terus berkecamuk.
Pengguna di negara tersebut yang berusaha memasuki situs-situs itu akan mendapatkan pesan yang menyatakan Kementerian Komunikasi menutup akses.
Tindakan ini diambil karena kelompok pemberontak <link type="page"><caption> Islamis</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/06/140616_irak_talafar.shtml" platform="highweb"/></link> menggunakan Twitter untuk menaruh foto pria yang kepala dipancung, di samping menyebarkan pesan propaganda.
Juru bicara Facebook mengatakan pembatasan ini "mengkhawatirkan", lapor wartawan BBC Joe Miller.
Sebuah sumber di Irak mengatakan kepada BBC akses terhadap internet di sejumlah provinsi sama sekali ditutup.
Juru bicara YouTube mengomentari perkembangan ini dengan mengatakan,"Kami mengamati sejumlah laporan bahwa sejumlah pemakai tidak bisa membuka YouTube di Irak. Tidak terdapat masalah teknis di pihak kami dan kami sedang mengkaji masalah ini."
Hari Jumat (13 Juni) bagian kebijakan masyarakat Twitter mengatakan,"Pengguna di #Irak melaporkan sejumlah masalah menggunakan layanan kami. Kami menyelidiki laporan mereka dan berharap layanan dapat segera pulih."
Juru bicara Facebook mengatakan,"Kami terganggu dengan sejumlah laporan akses di Irak dan sedang menyelidikinya."









