Pekerja gelap Kamboja tinggalkan Thailand

Sumber gambar, AP
Puluhan ribu pekerja pendatang asal Kamboja terus meninggalkan Thailand setelah militer menegaskan akan menindak pekerja pendatang gelap.
Banyak warga Kamboja yang melintasi perbatasan ke <link type="page"><caption> Thailand</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/topik/thailand/" platform="highweb"/></link> untuk bekerja tanpa memiliki dokumen yang sah.
Pihak berwenang Kamboja memperkirakan lebih dari 80.000 pekerja sudah kembali lewat kota perbatasan Poipet di Kamboja bagian Barat, termasuk sebanyak 40.000 diantaranya pada hari Jumat, 13 Juni.
Juru bicara Organisasi Migrasi Internasional, Jow Lowry, mengatakan kepada BBC para pekerja Kamboja itu pulang dengan menggunakan ratusan truk, bus, maupun kereta api. Suasananya tampak tenang dan aman.
Dia menambahkan mereka khawatir dengan tindakan militer Thailand jika tetap berada di negara itu, yang kini berada di bawah kekuasaan <link type="page"><caption> pemerintah militer setelah</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/05/140522_thailand_darurat.shtml" platform="highweb"/></link><link type="page"><caption> melakukan kudeta pada akhir Mei. </caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/05/140522_thailand_darurat.shtml" platform="highweb"/></link>
"Ada air, roti, dan makanan yang diberikan oleh warga setempat kepada mereka, yang bersabar menunggu transportasi untuk membawa pulang ke kampung halamannya," jelas Lowry.
Laporan-laporan menyebutkan para pekerja ingin segera pulang karena mendengar kabar burung bahwa beberapa pekerja gelap asal Kamboja ditembak mati oleh militer Thailand.
Bagaimanapun sama sekali belum ada berita tentang aksi yang sudah ditempuh militer Thailand atas para pekerja gelap tersebut.









