Snowden disebut pengkhianat dan pengecut oleh Menlu AS

Sumber gambar, AFP
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, John Kerry, menyebut mantan analis intelijen, Edward Snowden, sebagai pengkhianat.
Kerry juga menyebutnya sebagai pengecut karena tidak menghadapi pengadilan <link type="page"><caption> Amerika Serikat</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/topik/amerika_serikat/" platform="highweb"/></link> dan menyarankan sebaiknya dia 'menjadi laki-laki' dengan kembali ke AS.
"Faktanya adalah dia sudah merusak negara secara amat signifikan. Saya melihatnya sebagai hal yang menyedihkan dan tercela," tegas Kerry dalam wawancara dengan stasiun TV, CBS News.
Hal itu disampaikannya setelah Snowden mengatakan pemerintah Washington memaksanya mengungsi ke <link type="page"><caption> Rusia</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/topik/rusia/" platform="highweb"/></link> setelah paspor Amerika miliknya dicabut.
Dalam wawancara pertamanya untuk media Amerika -yang akan disiarkan oleh NBC Rabu 28 Mei waktu setempat- Snowden mengatakan tujuan awalnya adalah ke Amerika Selatan.
"Jadi kalau orang bertanya mengapa Anda di Rusia, saya katakan mohon tanyakan kepada Kementerian Luar Negeri," kata jelas Snowden dalam wawancara dengan stasiun TV NBC yang berlangsung di Moskow.
Snowden juga menegaskan bahwa <link type="page"><caption> dia merupakan mata-mata terlatih</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/05/140528_snowden_wwc_nbc.shtml" platform="highweb"/></link> untuk pengawasan elektronik dan bukan cuma sekedar analis tingkat rendah.

Sumber gambar, Reuters
Tahun lalu Snowden membocorkan kegiatan penyadapan NSA yang dirahasiakan kepada sejumlah surat kabar, antara lain Washington Post di Amerika Serikat dan The Guardian di Inggris.
Dia sempat melarikan diri ke Hong Kong namun kemudian <link type="page"><caption> pemerintah Rusia memberinya izin untuk tinggal sementara.</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/07/130717_rusia_snowden.shtml" platform="highweb"/></link>
Walau diburu oleh pemerintah Amerika Serikat untuk diadili, sebagian warga Amerika Serikat yang menentang penyadapan oleh NSA mendukungnya.









