Tewas dibunuh karena perkawinan tidak direstui

Sumber gambar, Reuters
Seorang perempuan Pakistan tewas dibunuh oleh keluarganya sendiri di luar gedung Pengadilan Tinggi Lahore karena menikah tidak sesuai dengan keinginan mereka.
Polisi mengatakan Farzana Bibi, yang berusia 30 tahun, tewas di tempat setelah diserang dengan batu bata dan tongkat.
Ayahnya sudah menyerahkan diri namun saudara-saudara prianya dan mantan tunangannya, yang juga ikut serta dalam serangan tersebut, masih tetap bebas.
Para wartawan mengatakan ratusan anak perempuan dan wanita dewasa di <link type="page"><caption> Pakistan</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/topik/pakistan/" platform="highweb"/></link> dibunuh setiap tahunnya oleh anggota keluarga sendiri.
Namun banyak pembunuhan yang tidak dilaporkan.
Orang tua Bibi menuduh suaminya, Muhammad Iqbal, menculiknya dan sudah mengadukan suami Bibi ke pengadilan.
Persetujuan keluarga
Namun Bibi memberikan kesaksian kepada polisi bahwa dia menikah suaminya sesuai dengan keingingan sendiri. Polisi mengatakan mereka sudah bertunangan selama beberapa tahun.
Saat tiba di gedung pengadilan untuk sidang, belasan anggota keluarganya menarik Bibi dan memukulinya dan suaminya, yang berhasil melarikan diri.
Perwira polisi, Umer Cheema, mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa semua anggota keluarga yang terlibat melarikan diri setelah menyerangnya.

Sumber gambar, Reuters
Hanya ayahnya yang menyerakan diri dan mengaku terlibat dalam pembunuhan Bibi.
Wartawan BBC, Shumaila Jaffery, mengatakan perkawinan yang tidak mendapat restu keluarga secara budaya masih belum bisa diterima di beberapa wilayah Pakistan.
Berdasarkan undang-undang Pakistan, keluarga korban diizinkan untuk memngampuni pembunuh namun dalam banyak kasus, anggota keluarga ikut bertanggung jawab dalam pembunuhan.









