CIA stop pakai vaksinasi sebagai kedok

Vaksinasi polio di Pakistan

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Taliban serang program vaksinasi di Pakistan karena yakin dimanfaatkan sebagai operasi intelijen.

Pejabat senior Gedung Putih mengatakan badan intelijen CIA tidak lagi menggunakan program vaksinasi sebagai kedok operasi mata-mata.

Lisa Monaco -penasehat Presiden Obama untuk masalah-masalah terorisme- mengatakan CIA setuju untuk menghentikan pemanfaatan berbagai kegiatan vaksinasi untuk kepentingan intelijen.

Monaco menambahkan bahwa CIA juga setuju untuk tidak menggunakan data genetik yang diperoleh dari berbagai program kesehatan masyarakat seperti vaksinasi.

Keputusan ini diambil setelah muncul keberatan dari kalangan tenaga medis profesional di Amerika tentang penggunaan program kesehatan masyarakat di <link type="page"><caption> Pakistan</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/topik/pakistan/" platform="highweb"/></link> untuk memburu Osama bin Laden.

Mereka mengatakan tak semestinya program kesehatan untuk publik dipakai untuk menutupi operasi mata-mata.

Pada 2011 CIA berupaya mendapatkan sampel DNA anak-anak yang diyakini memiliki hubungan dengan bin Laden melalui program vaksinasi hepatitis yang dilakukan oleh dokter Pakistan bernama Shakil Afridi.

Afridi kemudian diadili dan dinyatakan bersalah dengan vonis 33 tahun penjara.

Vonis ini dibatalkan namun Afridi masih diharuskan untuk menjalani sidang ulang.

Keterlibatan CIA dalam kegiatan vaksinasi di Pakistan membuat Taliban menjadikan program <link type="page"><caption> vaksinasi polio sebagai sasaran serangan</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/01/140121_pakistan_polio.shtml" platform="highweb"/></link> dengan alasan mereka yakin vaksinasi ini adalah kedok operasi mata-mata.