Presiden Nigeria tinjau lokasi penculikan

Nigeria

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Penculikan anak-anak sekolah di Nigeria menarik perhatian internasional

Presiden Nigeria Goodluck Jonathan akan mengunjungi kota tempat penculikan 200 murid perempuan, seperti disampaikan pernyataan resmi.

Tidak ada yang pernah melihat anak-anak perempuan tersebut setelah mereka diculik dari Kota Chibok oleh kelompok milisi Boko Haram hampir sebulan lalu.

Namun, pada Senin (12/05) lalu, kelompok itu <link type="page"><caption> merilis sebuah video</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/05/140512_video_bokoharam.shtml" platform="highweb"/></link> yang memperlihatkan kondisi anak-anak perempuan tersebut.

Bersamaan dengan itu, Boko Haram menawarkan pelepasan para murid perempuan untuk ditukar dengan pembebasan para tahanan milisi Islam.

Menanggapi tawaran tersebut, ketua komite khusus yang dibentuk pemerintah Nigeria untuk menemukan korban penculikan, mengatakan <link type="page"><caption> siap berunding</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/05/140513_nigeria_boko_haram.shtml" platform="highweb"/></link> dengan Boko Haram demi membebaskan anak-anak perempuan yang diculik.

Meski demikian, Menteri Urusan Afrika pemerintah Inggris, Mark Simmonds, mengatakan dalam pertemuan Rabu (14/05) lalu, Presiden Jonathan telah "menyatakan dengan jelas bahwa tidak akan ada negosiasi" dengan milisi.

Hal itu sejalan dengan sikap para kerabat anak-anak perempuan yang menuntut pembebasan tanpa syarat.

Respons lambat

Setelah mengunjungi Chibok, Presiden Jonathan akan bertandang ke Paris, Prancis, untuk menghadiri pertemuan dengan Presiden Prancis Francois Hollande guna membahas Boko Haram.

Nigeria

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Video anak-anak yang diculik dirilis pada Senin lalu

Presiden Benin, Kamerun, Niger dan Chad juga dijadwalkan akan hadir dalam pertemuan Sabtu (17/05) yang melibatkan perwakilan pemerintah Inggris, AS dan Uni Eropa.

Pertemuan itu, menurut beberapa delegasi, akan "mendiskusikan strategi baru untuk menghadapi ancaman keamanan oleh Boko Haram dan kelompok teroris di Afrika bagian barat dan Afrika Tengah."

Sementara itu, pejabat AS mengkritik respons Nigeria terhadap ancaman Boko Haram yang dinilai lambat.

Alice Friend, direktur hubungan Afrika di Departemen Pertahanan AS, mengatakan pasukan keamanan "lambat untuk beradaptasi dengan strategi baru dan taktik baru."

AS telah mengirimkan bantuan untuk membantu pencarian siswi-siswi sekolah yang diculik, termasuk penerjunan tim militer ke ibu kota Abuja. Di sana tim militer itu akan bekerja sama dengan tim Prancis dan Israel.

Parlemen Nigeria telah menyetujui perpanjangan status darurat di Yobe, Borno dan Adamawa pada Kamis (15/05) lalu.