Ribuan demonstran turun ke Bangkok

Demonstran terbagi dua kubu, penuntut reformasi dan pendukung Yingluck.

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Demonstran terbagi dua kubu, penuntut reformasi dan pendukung Yingluck.

Polisi Thailand menyemprotkan gas air mata ke arah demonstran di Bangkok, dua hari paska Perdana Menteri Yingluck Shinawatra diberhentikan.

Yingluck <link type="page"><caption> diperintahkan untuk turun dari jabatannya</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/05/140508_thailand_yingluck_shinawatra_beras.shtml" platform="highweb"/></link> sejak Rabu (08/05), terkait dengan transfer dana ilegal kepada kepala keamanannya. Selain itu Yingluck juga didakwa atas kelalaian tugas.

Ratusan demonstran menggelar aksi protes di luar komplek pemerintahan di Bangkok.

Insiden ini terjadi di tengah unjuk rasa ribuan orang menuntut dipecatnya pemerintahan sementara.

Para demonstran menuntut perubahan total pada pemerintahan dan reformasi pada sistem politik.

Menurut Associated Press setidaknya lima orang terluka di luar Pusat Administrasi Keamanan saat para demonstran berusaha untuk merobohkan barikade dengan kawat berduri.

'Rebut kembali kedaulatan'

Koran lokal The Nation melaporkan demonstran juga berusaha menguasai stasiun televisi dan memaksa untuk menyiarkan pengumuman dari mereka.

Kelompok demonstran mayoritas berasal dari kelas menengah dan kaum elit urban. Menurut mereka, pemerintahan Yingluck dikontrol oleh saudaranya Thaksin Shinawatra.

Pada Jumat (8/5) dini hari, pemimpin aksi protes Suthep Thaugsuban mengumpulkan massa untuk berdemonstrasi di beberapa titik di Bangkok.

"Kita akan merebut kembali kedaulatan, mengembalikan pemerintahan dan dewan legistlatif untuk rakyat, " papar Suthep saat memimpin aksi protes.

Di sisi lain, barisan 'kaus merah' pendukung Yingluck juga berencana untuk menggelar aksi protes di Bangkok pada hari Sabtu (10/5).