'Pengusiran' warga Palestina keturunan Suriah dikecam

Kerusakan akibat perang

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Homs, salah satu kota di Suriah yang hancur lebur karena perang.

Organisasi hak asasi manusia Human Rights Watch menuduh pihak berwenang Lebanon memaksa lebih dari 30 warga Suriah keturunan Palestina kembali ke Suriah pada Minggu lalu (04/05).

Human Rights Watch mengatakan Lebanon menolak para pengungsi tanpa mempertimbangkan masak-masak mengenai bahaya yang mereka hadapi bila kembali ke Suriah.

Kelompok tersebut juga menuduh Lebanon melarang warga Palestina yang berusaha masuk lewat jalur darat dari Lebanon.

Pemerintah Lebanon membantah telah menerapkan larangan bagi orang Palestina menyeberang ke Lebanon. Menurut pihak berwenang Lebanon, mereka yang dipaksa pulang adalah warga yang tertangkap di Bandara Beirut dengan menggunakan visa palsu.

Lebanon sejauh ini ditempati lebih dari <link type="page"><caption> satu juta pengungsi Suriah </caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/multimedia/2014/04/140403_galeri_suriah_pengungsi.shtml" platform="highweb"/></link>yang melarikan diri dari perang di negara mereka.

Jutaan warga Suriah mengungsi ke luar negeri, antara lain ke Lebanon, Irak dan Turki.

<link type="page"><caption> Utusan Kemanusiaan PBB, Valerie Amos</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/12/131216_suriah_bantuan.shtml" platform="highweb"/></link> sebelumnya mengatakan pengungsi Suriah merasa bahwa dunia belum memahami nasib warga Suriah dan belum ada tindakan bersama untuk membantu.