Wakil PM Rusia masuk daftar sanksi Uni Eropa

Ukraina

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Sanksi diarahkan kepada inidvidu yang diyakini menciptakan ketidakstabilan di Ukraina.

Uni Eropa sudah menjatuhkan sanksi atas 15 individu Rusia, termasuk Wakil Perdana Menteri Dmitry Kozak, terkait dengan krisis Ukraina.

Kepala Staf Angkatan Bersenjata dan Direktur Badan Intelijen Militer <link type="page"><caption> Rusia</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/04/140426_g7_sanksi_rusia.shtml" platform="highweb"/></link> juga masuk dalam daftar sanksi bersama dengan beberapa kelompok separatis Ukraina yang terlibat dalam operasi antipemerintah di Ukraina timur.

Sehari sebelumnya Amerika Serikat mengumumkan <link type="page"><caption> sanksi baru atas tujuh individu dan 17 perusahaan</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/04/140428_amerika_sanksi.shtml" platform="highweb"/></link> yang menurut Washington memiliki kaitan dengan 'lingkaran dalam' Presiden Vladimir Putin.

Rusia mengecam sanksi Amerika Serikat dan <link type="page"><caption> Uni Eropa</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/topik/uni_eropa/" platform="highweb"/></link> tersebut dengan mengatakannya sebagai gaya 'Tirai Besi' Amerika Serikat.

Wakil Menteri Luar Negeri, Sergei Ryabkov, mengatakan sanksi itu bisa berpengaruh buruk atas industri teknologi tinggi mereka.

"Ini merupakan kebangkitan kembali sistem yang diciptakan tahun 1949 ketika negara-negara Barat menurunkan 'Tirai Besi', memotong pasokan produk teknologi tinggi ke Uni Sobiet dan negara-negara lain," katanya kepada situs internet Gaceta.ru.

Moskow juga mengatakan Uni Eropa mestinya malu dengan meningkatkan sanksinya dan menuding 'berada di bawah jempol Amerika Serikat'.

Sanksi <link type="page"><caption> Amerika Serikat</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/topik/amerika_serikat/" platform="highweb"/></link> dan Uni Eropa ditujukan kepada individu-individu yang diyakini menciptakan ketidakstabilan di Ukraina,yang dipicu oleh jatuhnya Presiden Ukraina yang pro-Rusia, Viktor Yanukovych.

Kelompok pendukung Rusia di Krimea -yang diyakini mendapat bantuan dari militer Rusia- <link type="page"><caption> kemudian melakukan referendum untuk</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/03/140316_ukraina_krimea_rusia_referendum.shtml" platform="highweb"/></link><link type="page"><caption> memisahkan diri dan bergabung dengan Rusia,</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/03/140316_ukraina_krimea_rusia_referendum.shtml" platform="highweb"/></link> yang diikuti beberapa wilayah lain.