Presiden Korsel minta maaf soal feri

Sumber gambar, AFP
Presiden Korea Selatan Park Geun-hye meminta maaf karena gagal mencegah <link type="page"><caption> tenggelamnya kapal feri Sewol</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/04/140416_korsel_kapal_hilang.shtml" platform="highweb"/></link> yang menyebabkan 188 orang tewas dan 114 lainnya hilang.
Dalam sebuah pernyataan kepada kabinetnya yang disiarkan televisi nasional Korea Selatan, Park Geun-Hye menyatakan pemerintah gagal mencegah bencana tersebut dan menyesal tidak merespons dengan tanggap.
"Saya tidak tahu bagaimana harus meminta maaf untuk kegagalan pencegahan bencana ini dan respons yang kurang memadai," ungkap Park Geun-hye dalam sebuah pernyataan.
"Saya minta maaf kepada masyarakat dan saya begitu sedih banyak orang meninggal dalam tragedi tersebut," tambahnya.
Kapal feri MV Sewol tenggelam di perairan sebelah selatan Korsel pada 16 April lalu.
Berbagai upaya masih terus dilakukan untuk mengambil mayat-mayat dari kapal yang tenggelam tersebut.
Sebagian besar penumpang kapal feri merupakan pelajar dan guru dari sekolah menengah atas Danwon di Ansan, selatan Seoul.
Presiden Park sebelumnya memberi hormat di sebuah altar yang didirikan di dekat sekolah untuk mengenang para korban.
Hari Minggu (27/04) <link type="page"><caption> Perdana Menteri Korea Selatan Chung Hong-won</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/04/140427_pm_korsel_mundur.shtml" platform="highweb"/></link> mengundurkan diri atas penanganannya dalam menghadapi tragedi tersebut.









