Korban selamat feri Korsel 'dihantui' kenangan buruk

Seorang penumpang kapal feri Korea Selatan yang selamat menceritakan keputusannya untuk menyelamatkan diri ketika kapal mulai terbalik dan air menerjang siswa-siswa yang sedang ia tolong.
Sopir truk yang bernama Eun-su Choi itu mengatakan kepada BBC, "Kami mencoba untuk menarik mereka,tapi itu sangat sulit. Kami kemudian memutuskan untuk memanjat, tapi sekarang saya menyesal."
Tim penyelam menemukan banyak mayat di lambung kapal Sewol yang dan <link type="page"><caption> jumlah korban yang tewas</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/04/140422_feri_korsel_tewas.shtml" platform="highweb"/></link> saat ini telah mencapai 113 orang. Lebih dari 190 orang masih dinyatakan hilang.
Awak kapal dikritik karena diduga mereka telah gagal menyelamatkan penumpang, begitupun dengan kapten dan beberapa anggota kru lainnya didakwa atas kelalaian mereka untuk mengevakuasi penumpang dengan aman.
Sebanyak 174 penumpang berhasil diselamatkan dari kapal feri Sewol, yang terbalik ketika berlayar dari Incheon ke arah selatan pulau Jeju.

Sumber gambar, AP
'Meluncur dengan lutut'
Jumlah penumpang yang ada dalam kapal tersebut adalah 476 orang, diantaranya terdapat 339 orang para murid dan guru yang sedang melakukan kegiatan sekolah.
Banyak yang terjebak di dalamnya ketika kapal itu miring ke satu sisi dan kemudian tenggelam dalam waktu dua jam setelah sinyal tanda bahaya dikirimkan.
Eun-su Choi sering melakukan perjalanan dari Incheon ke selatan Jeju. Dia baru saja menyelesaikan sarapan dan pergi merokok ke atas dek kapal ketika bencana itu terjadi.
"Tiba-tiba kapal miring dan mulai tenggelam. Kontainer-kontainer mulai jatuh ke laut, dan saya menyadari kapal kami akan terbalik.
"Saya memegang erat tangga. Saya mencoba menyelamatkan para siswa di kantin kapal. Mereka terlihat meluncur dengan lutut ke arah meja kasir."
Dia juga menambahkan bahwa: "Kami mencoba untuk menarik mereka dengan selang kebakaran, tapi itu sangat sulit untuk menyelamatkan mereka. Kami kemudian memutuskan untuk memanjat, tapi sekarang saya menyesal."
Ia mengatakan temannya berhasil menyelamatkan seorang anak perempuan berusia enam tahun setelah ia diberikan oleh orang tuanya ke penumpang-penumpang lain, dari tangan ke tangan, dari dalam feri.
Ia mengatakan orang tua si anak dan penumpang lain, yang tidak berhasil menyelamatkan diri, adalah "orang-orang paling berani."
Semua orang yang ia lihat membantu menyelamatkan anak itu tewas tenggelam, tambahnya.
Laporan mengindikasikan bahwa penumpang <link type="page"><caption> diminta tetap di kamar dan kabin</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/04/140420_feri_korea.shtml" platform="highweb"/></link> mereka saat kapal terbalik.
Telepon darurat pertama dari kapal datang dari ponsel seorang anak lelaki dengan suara gemetar, kata seorang pejabat kepada Reuters.









