Kepolisian Inggris minta kerjasama wanita Muslim

Abdul Waheed Majeed, BBC
Keterangan gambar, Abdul Waheed Majeed, pelaku bom bunuh diri Inggris yang bergabung dalam perang sipil Suriah.

Para kepala polisi antiteror Inggris mengambil langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk meminta para wanita Muslim agar menghalangi saudara yang ingin ikut perang di Suriah.

Kampanye nasional bagi wanita untuk campur tangan menyusul kematian sejumlah pria Muslim Inggris yang ikut perang sipil di Suriah menentang rezim Presiden Assad.

Serangkaian kampanye diselenggarakan di London, Birmingham, dan Manchester.

Kritikus dan pegiat mempertanyakan apakah polisi dapat dipercaya untuk menyampaikan pesan mereka.

Kekhawatiran meningkat

Menurut para kepala keamanan ratusan orang berangkat dari Inggris untuk berperang di Suriah, dan beberapa telah kembali.

Empat puluh orang ditangkap karena terkait dengan Suriah tahun ini, menurut polisi.

Laporan menyebut hingga 20 pria dari Inggris tewas dalam konflik Suriah.

Salah satunya adalah Abdul Waheed Majeed yang menjadi pelaku bom bunuh diri Inggris pertama dalam perang.

Kampanye yang diselenggarakan pada Kamis (24/04) bertujuan untuk menggandeng para wanita dari kelompok-kelompok komunitas sebagai upaya menghalangi para calon jihad.

Koordinator nasional antiteror Kepolisian London, Helen Ball mengatakan mereka semakin khawatir atas jumlah anak-anak muda yang ingin bergabung dalam konflik.

"Kami ingin memastikan bahwa orang-orang, khususnya wanita yang prihatin atas orang-orang yang mereka cintai mendapat informasi cukup tentang cara yang bisa mereka lakukan untuk mencegah hal ini terjadi," kata Ball.